Gemuruh di Gunung Guntur

Adakah diantara kalian yang sudah mengetahui tentang gunung Guntur ? Saya yakin masih banyak yang belum pernah mendengarnya. Yups, gunung Guntur merupakan salah satu gunung berapi yang memiliki ketinggian 2.248 Mdpl dan  berada di wilayah barat Garut, Jawa Barat. Gunung ini sebenarnya cukup ekstrim dan tidak di sarankan untuk pendaki pemula sebab jalur pendakiannya cukup terjal. Hal tersebut tidak menyurutkan niat dan semangat beberapa teman yang kebetulan baru merasakan pendakian pertama

1464601_10203567953745625_978582514_n
Gunung Guntur

Untuk menuju gunung Guntur, kita harus menggunakan transportasi darat via Jakarta – Garut, meeting point biasanya di terminal bus Kampung Rambutan, usahakan berangkat malam hari agar bisa langsung melakukan pendakian pada pagi hari. Waktu tempuh antara Jakarta – Garut adalah 4 – 5 jam perjalanan tergantung macet atau tidaknya  kondisi jalanan. Biasanya para pendaki memilih berangkat pada pukul 23.00 dan tiba di Garut menjelang subuh pukul 04.00. Biaya perjalanan bus Jakarta – Garut sebesar Rp. 40.000 (harga maret 2014).

1979491_10203567929785026_1192433369_n
Personil pendakian gunung guntur

Para kondektur bus Jakarta – Garut sudah sangat familiar kepada para pendaki, jika ingin ke gunung Guntur destinasi pertama adalah turun di SPBU Tanjung, para kondektur biasanya sudah akan membangunkan para penumpang (dengan teriakan) sebelum bus melewati SPBU Tanjung, oleh karena itu selalu siap siaga sebelum teriakan mereka membangunkan tidur nyenyakmu.

Dari SPBU Tanjung ini, gunung Guntur sudah terlihat dengan megahnya, jangan lupa untuk menunaikan sholat subuh terlebih dahulu (bagi yang muslim) sebelum berangkat menuju gunung Guntur. Kemudian dari SBPU Tanjung ini, untuk menuju kaki gunung Guntur  biasanya ada truk pasir yang siap mengantar kita ke kaki gunung tersebut. Tarif yang di bebankan untuk setiap pendaki adalah Rp. 15.000,- (harga maret 2014). Nikmatilah perjalanan bersama truk pasir tersebut, kira–kira butuh waktu 30 menit lamanya untuk bisa tiba di kaki gunung Guntur.

1604949_10203567990946555_881073672_n
Di atas truk pasir menuju kaki Gunung Guntur

Pendakian gunung Guntur di mulai dari lokasi penggalian pasir, tidak jauh dari lokasi tersebut terdapat curug citiis yang airnya sangat jernih dan segar. Di curug tersebut kami beristirahat sekaligus makan siang sebelum persiapan untuk pendakian yang sebenarnya. Jalur pendakian yang sebenarnya pun dimulai, tanjakan terjal dan berbatu merupakan tantangan utama yang harus kami lalui. Sangat disarankan untuk menggunakan baju atau kaus berlengan panjang, jika perlu menggunakan payung akan jauh lebih baik, selain untuk melindungi dari sengatan sinar matahari juga untuk melindungi kulit dari sayatan semak dan ilalang yang tumbuh di sepanjang jalur pendakian. Medan pendakian semakin lama semakin menanjak, dengan kemiringan 40 – 75 derajat. Cuaca akan sangat panas di siang hari, tidak ada pohon yang tumbuh di sepanjang jalur pendakian, teriknya sinar matahari akan selalu menemani sepanjang perjalanan menuju puncak gunung Guntur.

734534_10203569667908478_1745993731_n
Curug Citiis
1503215_10203570066078432_1916627452_n
Menuju puncak pertama Gunung Guntur
10155481_10203570067478467_1636343169_n
Istirahat sejenak

Sejatinya gunung Guntur memiliki 3 puncak utama, puncak pertama yang terletak sebelum bibir kawah, dipuncak pertama ini selalu dijadikan tempat untuk mendirikan tenda. Kira-kira butuh waktu sekitar 3 – 4 jam dari curug citiis menuju puncak pertama. Perjalanan dari curug citiis menuju puncak pertama merupakan perjalanan yang cukup melelahkan dan tergolong berat, mulai dari cuaca yang sangat terik, jalur pendakian yang licin dan curam karena medan yang dilalui didominasi campuran antara pasir, tanah dan kerikil, belum lagi kemiringan jalur pendakian bisa sampai 75 derajat. Jika kita tidak pintar-pintar memilih jalur kita akan mudah terperosok ke bawah, dan sangat minim pegangan yang bisa menahan tubuh agar tak terperosok ke bawah.

1977100_10203577339500263_8647202_n
Memasuki puncak pertama Gunung Guntur
10177452_10203575933985126_1152815065_n
Puncak Pertama Gunung Guntur

Kami memutuskan untuk mendirikan tenda di puncak pertama ini, rasa lelah yang menyertai kami mengharuskan kami untuk rehat sejenak dan mengisi tenaga kembali. Perjalanan dari curug citiis dari pukul 09.00 pagi dan tiba di puncak pertama pada pukul 14.00 siang. Setelah tenda kami dirikan tanpa di komando, semua personil langsung melaksanakan tugasnya masing-masing. Ada yang memasak, membuat kopi, mengeluarkan logistik, merapikan tenda, bahkan ada yang langsung tidur di dalam tenda. Pemandangan malam hari puncak pertama gunung Guntur sangat indah, apalagi melihat kota garut yang diselimuti oleh cahaya gemerlap lampu malam. Di malam hari kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk bercerita, berbagi pengalaman baik yang penting maupun pengalaman hidup yang sangat tidak penting untuk diceritakan.

1506587_10203571176786199_2054762410_n
Pemandangan dari puncak pertama

Kami memutuskan untuk menikmati puncak kedua dan ketiga pada subuh hari, untuk menuju puncak kedua jalurnya cukup landau walaupun menanjak kembali namun tidak semiring jalur untuk menuju puncak pertama. Sekitar 30 menit dari tempat kami mendirikan tenda, puncak kedua pun bisa dicapai. Untuk menikmati matahari terbit sangat disarankan untuk menikmatinya di puncak kedua ini, dari puncak kedua pun kita bisa melihat puncak tertinggi gunung Guntur. Setelah puas menikmati pemandangan dan melepas lelah di puncak kedua ini, kami pun melanjutkan perjalanan ke puncak utama. Di puncak utama ini memiliki area yang cukup datar, cukup luas kira-kira seluas 2 kali lapangan volley. Pemandangan dari puncak utama ini sungguh menakjubkan, semua rasa capek, lelah, lapar, akan terbayarkan dengan menikmati indahnya puncak gunung Guntur.

1604870_10203571190586544_1427207450_n
Pemandangan dari puncak kedua
1016927_10203571194066631_2021594029_n
Jalur menuju puncak utama
10173698_10203575843622867_108339970_n
Puncak utama Gunung Guntur

Mendaki gunung bukanlah hanya sekedar menikmati puncak namun esensi utamanya adalah bisa kembali dengan selamat. Alhamdulillah, selama perjalanan dari puncak gunung Guntur menuju curug citiis bisa kami lewati dengan baik. Tak lupa, kami menikmati segarnya air terjun curug citiis dengan mandi bersama, airnya sangat dingin dan debit air yang tumpah pun sangat deras. Tanpa sadar matahari sudah mulai kembali ke peraduannya, keasyikkan menikmati air terjun curug citiis membuat kami lupa bahwa truk pasir yang biasa mengangkut para pendaki itu hanya beroperasi hingga sore hari. Dengan tergesa-gesa kami menyelesaikan ritual mandi air terjun curug citiis. Sesampainya di tempat penambangan pasir ternyata truk-truk tersebut sudah tidak ada lagi, opsi untuk mendirikan tenda lagi akhirnya kami lakoni di kaki gunung Guntur.

1981905_10203579058863246_1377065111_n
Menunggu pagi
1900069_10203579046942948_691491332_n
Sambutan mentari di pagi hari
1604513_10203579076543688_2122551879_n
Turun gunung via truk pasir

Keterlambatan tersebut membuat kami harus mendirikan tenda kembali dan memperpanjang itenarary liburan hingga hari senin. Semua selalu dinikmati, sepanjang malam selalu di barengi oleh canda tawa yang tidak jelas asal muasalnya. Semua obrolan pecah sepanjang malam, terutama dalam menceritakan kehebohan, kebodohan, dan hal-hal yang tidak penting lainnya. Pagi hari kami disambut oleh mentari yang selalu terbit tanpa mengenal lelah, awalnya kami ingin berjalan kaki dari tempat penggalian pasir menuju SPBU tanjung, tapi dalam perjalanan tersebut ada satu truk pasir yang mempersilahkan kami untuk menumpang di truk pasirnya tanpa biaya apapun, semoga kebaikan bapak pengemudi truk pasir tersebut dibalas oleh Allah SWT.

1000662_10203579077303707_355851237_n
Jangan lupa ibadah sepanjang perjalanan

 

Keterangan : Perjalanan dilakukan pada tanggal 28 – 31 Maret 2014 (Gatya, Melissa, Anita, Teguh, Veri, Diera, Hadi, Ronald, Arief, Rizal, Asnoer)

Be First to Comment

Leave a Reply